Advertisements

Viral! Inilah Isi Curhatan Novia Widyasari Sebelum BunDir di Samping Makam Ayahnya

Advertisements

Kasus Novia Widyasari – mahasiswi Universitas Malang (UB), menulis beberapa tweet di akun Twitter-nya sebelum memutuskan bunuh diri di samping makam ayahnya.

Minggu (12 Mei 2021), seperti yang dilihat Okezone dalam akun @noviawidyasr miliknya. Korban men-tweet banyak tweet tentang masalah keluarga.

Dia menulis pada 20 November 2021: “Keluarga benar-benar omong kosong.”


Pada 13 November 2021, Novia kembali menuliskan pemikirannya melalui cuitan. Kisahnya kembali bercerita tentang masalah keluarganya. Dia tampak kecewa dengan cara keluarganya memperlakukannya.

“Siapa bilang keluarga merasa ribet(?)? Buktinya mereka berteriak ‘Ini anakku’ saat punya anak. Orang tua yang melarikan diri selalu menulis, “Saya tidak tahu, tidak masalah. Urusan saya.”

BACA JUGA : Inilah Video Gunung Semeru Meletus Hari Ini

Sebelumnya, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo, Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Polda Jatim, mengungkapkan Novia Widyasari melakukan dua kali aborsi. Hal itu terlihat setelah pihaknya memeriksa mantan pacarnya yang merupakan polisi yang bekerja di Polres Pasuruan itu.


Slamet menjelaskan, hubungan keduanya berlangsung antara tahun 2020 hingga 2021 baik di asrama maupun hotel di kawasan Malang.

BACA JUGA : Wajib Waspada! Ibu dan Istri Ungkap Tanda-Tanda Ameer Azzikra Sebelum Meninggal, Inilah Tandanya

“Selain itu, ditemukan bukti lain bahwa korban mengalami keguguran majemuk selama masa persidangan dari Oktober 2019 hingga Desember 2021. Ini terjadi pada Maret 2020 dan Agustus 2021,” kata Slimett.


“Usia kehamilan pertama masih seminggu sekali, dan kehamilan kedua empat bulan kemudian,” lanjutnya.

BACA JUGA : Doddy Sudrajat Siapa dan Apa Pekerjaan Doddy Sudrajat? Ini Profil Singkat Ayah Mendiang Vanessa Angel

Ia menambahkan, korban dan oknum anggota Polri sudah saling kenal sejak Oktober 2019, saat keduanya menjadi penonton di Pusat Distribusi Busana Malang. Keduanya akhirnya bertemu dan bertukar nomor ponsel hingga akhirnya mereka mulai berkencan.

Ia menambahkan, polisi dengan huruf pertama R akan melakukan pemeriksaan internal sesuai dengan Perkap nomor Kode Etik 2011 Nomor 14 yang didakwakan dalam Pasal 7 dan 11. Secara umum, dia juga dituntut dalam Pasal 348 Juncto 55.

“Kondisi ini kami terapkan kepada anggota yang melakukan pelanggaran. Dengan begitu, tidak ada pembunuhan atau luka-luka secara membabi buta. Hari ini tersangka ditangkap oleh Polres Mojokerto,” ujarnya.


BACA JUGA : Inilah Perbedaan Operasi Caesar Biasa dengan ERACS yang Dipilih Nagita Slavina

Polisi R yang pernah bekerja di Polres Pasuruan diancam akan dipecat setelah memaksa pacarnya melakukan aborsi.


Polisi masih mendalami sejumlah informasi dan bukti yang mengarah pada bunuh diri mahasiswi cantik UB ini.

Dia menambahkan bahwa sudah diketahui bahwa korban minum potasium dan bunuh diri. Ini berdasarkan hasil laboratorium. Sedangkan alat bukti yang digunakan untuk aborsi adalah sikotek.

“Sampai saat ini belum ditemukan unsur kekerasan,” katanya.