Tanda Kolesterol Tinggi di Mata
Halo, Sobat Kreteng.com, selamat datang di ulasan mendalam seputar bagaimana mata dapat menjadi “jendela” yang mengungkap kondisi kolesterol dalam tubuh. Banyak orang fokus pada angka laboratorium, namun sering kali melewatkan tanda-tanda visual yang bisa dikenali lebih awal. Dalam artikel ini, kita akan membahas ciri-ciri pada area mata—mulai dari kelopak hingga retina—yang dapat memberi petunjuk tentang kadar lipid yang tidak seimbang. Anda akan menemukan penjelasan ilmiah yang mudah dicerna, tips pencegahan yang dapat langsung diterapkan, serta kapan harus segera mencari pertolongan medis. Kami menyusun panduan ini dengan gaya jurnalistik bernada formal agar tetap akurat, sistematis, dan tepercaya. 🔍✨
Lebih dari sekadar estetika, perubahan pada mata seperti timbunan kuning di kelopak, cincin pucat di tepi kornea, atau penglihatan yang tiba-tiba kabur bisa mengindikasikan gangguan metabolisme lemak. Di sisi lain, tidak semua temuan visual berarti bahaya—oleh karena itu konteks usia, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan penunjang tetap menentukan. 🧩📊
Artikel ini dirancang sebagai rujukan komprehensif: ada pendahuluan yang memetakan isu, rangkaian subjudul tematik yang mengupas tuntas setiap tanda, tabel ringkas untuk memudahkan perbandingan, serta bagian tanya-jawab yang menjernihkan miskonsepsi populer. Tujuan akhirnya sederhana: membantu Anda mengambil keputusan yang tepat waktu, berbasis data, dan selaras dengan saran profesional kesehatan. 🧠✅
Kami juga menyinggung strategi gaya hidup—mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga manajemen stres—karena pengelolaan kolesterol adalah maraton, bukan sprint. Dengan memahami sinyal halus di mata, Anda punya peluang memperbaiki kebiasaan sejak dini. 🥗🏃♂️
Mari kita mulai dengan fondasi ilmiah yang ringkas namun padat, lalu bergerak ke contoh nyata, langkah pemeriksaan, dan opsi terapi yang tersedia. Jika Anda menemukan satu atau lebih tanda yang dibahas, tetap tenang, catat gejalanya, dan siapkan pertanyaan untuk didiskusikan bersama dokter. 📋👨⚕️👩⚕️
Semoga pembahasan ini bermanfaat sebagai bekal literasi kesehatan Anda, serta membantu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan untuk diri sendiri maupun keluarga. Selamat menyimak! 🌟
Pendahuluan
Gambaran Umum dan Rasional Klinis
Kolesterol merupakan komponen penting membran sel dan prekursor hormon, namun kadar yang berlebihan—terutama LDL—berkaitan erat dengan aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular. Mata, dengan jaringan vaskular halus dan struktur transparan, kerap menjadi lokasi “hint” awal gangguan metabolik. Xanthelasma (plak kekuningan di kelopak), arcus kornea (cincin keabuan/pucat di tepi kornea), hingga anomali retina dapat menyiratkan dislipidemia. Membedakan tanda fisiologis terkait penuaan dari manifestasi patologis memerlukan konteks usia, kecepatan munculnya tanda, dan profil lipid. 🧪👁️
Mengamati mata memberikan keuntungan: non-invasif, cepat, dan relatif murah. Namun, interpretasi harus hati-hati karena variabilitas individu. Pemeriksaan lanjutan—profil lipid puasa/non-puasa, HbA1c, tekanan darah—membantu memetakan risiko kardiometabolik secara menyeluruh. 🔬🧮
Dari perspektif kesehatan masyarakat, mengenali tanda visual kolesterol membantu skrining oportunistik—misalnya saat kunjungan ke dokter mata—sehingga intervensi gaya hidup dan farmakoterapi dapat dimulai lebih awal. ⏱️🏥
Meski kuat sebagai indikator, tanda di mata bukan diagnosis final. Arcus pada usia lanjut bisa normal, sementara xanthelasma dapat muncul pada orang dengan profil lipid normal. Karena itu, keputusan klinis tidak boleh bertumpu pada satu temuan saja. ⚖️🧠
Risiko komorbid seperti diabetes, hipertensi, dan sindrom metabolik kerap berjalan bersama dislipidemia dan memperburuk kesehatan mata—misalnya melalui retinopati atau oklusi vena retina. Memahami keterkaitan ini penting untuk perencanaan terapi yang holistik. 🔗🫀
Panduan ini menyajikan bahasa yang lugas dengan rujukan klinis praktis agar bermanfaat bagi pembaca awam yang ingin cermat dan bagi praktisi yang memerlukan ringkasan edukasi pasien. 📘👨⚕️
Pada akhirnya, tujuan Anda bukan sekadar “menurunkan angka,” tetapi menurunkan risiko kejadian kardiovaskular jangka panjang dengan strategi berlapis: modifikasi perilaku, diet kaya serat, olahraga teratur, dan—bila perlu—terapi statin/ezetimibe sesuai evaluasi dokter. 🎯💡
Apa Itu Tanda Kolesterol di Mata?
Definisi dan Spektrum Manifestasi
Istilah “tanda kolesterol di mata” merujuk pada spektrum temuan klinis yang dapat terlihat pada kelopak, konjungtiva, kornea, hingga retina yang berhubungan dengan dislipidemia. Yang paling dikenal adalah xanthelasma—plak datar/menonjol kekuningan di kelopak akibat penumpukan lipid—serta arcus kornea, cincin keputihan/abu-abu di tepi kornea karena deposisi lipid pada stroma perifer. Pada spektrum posterior, lipemia retinalis (darah retina tampak seperti “susu stroberi”) muncul pada hipertrigliseridemia berat. Tanda lain, seperti oklusi vena retina atau mikrovaskulopati, dapat terkait faktor risiko aterosklerotik. Memahami anatomi dasar membantu menafsirkan makna tiap tanda dan urgensi tindak lanjut. 🧭👁️🗨️
Xanthelasma (Plak Kekuningan di Kelopak)
Ciri, Penyebab, dan Implikasi Risiko
Xanthelasma tampak sebagai bercak atau plak kekuningan, lunak, sering simetris di sudut dalam kelopak atas/bawah. Meski tidak nyeri, ia mengindikasikan gangguan metabolisme lipid pada sebagian kasus dan berasosiasi dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Faktor genetik, hiperlipidemia familial, dan gaya hidup tinggi lemak jenuh dapat berperan. Penanganan mencakup koreksi profil lipid, modifikasi pola makan, serta opsi kosmetik (krioterapi, laser) bila mengganggu estetika. Penting untuk menilai ulang setelah tindakan karena kekambuhan bisa terjadi jika faktor metabolik tidak terkendali. 🟡⚠️
Arcus Kornea (Arcus Senilis/Arcus Juvenilis)
Konteks Usia dan Penilaian Klinis
Arcus kornea berupa cincin keputihan/abu-abu di tepi kornea, biasanya tidak mengganggu penglihatan. Pada usia lanjut, arcus sering dianggap normal akibat penuaan. Namun, jika muncul pada usia <50 tahun (arcus juvenilis), hal ini dapat menandakan hiperkolesterolemia familial dan memerlukan evaluasi lipid menyeluruh. Dokter akan menilai riwayat keluarga, kadar LDL, dan faktor risiko lain sebelum menyimpulkan makna klinisnya. 🔄👓
Lipemia Retinalis
Fenotipe pada Hipertrigliseridemia Berat
Lipemia retinalis ditandai penampilan pembuluh retina yang berubah serupa “susu” atau berwarna krem, biasanya saat trigliserida sangat tinggi. Kondisi ini dapat disertai gejala sistemik seperti pankreatitis akut, sehingga merupakan temuan yang menuntut penanganan segera. Pemeriksaan funduskopi dan tes lipid mendesak diperlukan untuk menilai tingkat keparahan dan risiko komplikasi. 🚨🩸
Gangguan Pembuluh Darah Retina
Oklusi Vena/Arteri dan Mikrovaskulopati
Dislipidemia meningkatkan risiko aterosklerosis dan hiperkoagulabilitas yang dapat memicu oklusi vena retina (RVO) atau, lebih jarang, oklusi arteri retina (RAO). Gejala berupa penglihatan mendadak kabur atau hilang sebagian. Kondisi ini emergensi okular yang membutuhkan rujukan cepat. Penanganan fokus pada kontrol faktor risiko sistemik, terapi antitrombotik bila diindikasikan, dan manajemen edema makula. ⏳🆘
Gejala Subyektif yang Perlu Diwaspadai
Keluhan Pasien dan Korelasinya
Selain temuan objektif, pasien mungkin mengeluh penglihatan berbayang, silau berlebih, atau episoda kabur sementara. Gejala ini tidak spesifik untuk kolesterol, tetapi bila dibarengi tanda seperti xanthelasma atau arcus juvenilis, kecurigaan klinis meningkat. Pencatatan kronologi, pemicu (misal setelah makan berat), dan faktor penyerta (hipertensi, diabetes) membantu menyusun diagnosis banding. 📝👀
Pemeriksaan dan Diagnosis
Langkah-Langkah Evaluasi
Proses diagnosis mencakup anamnesis komprehensif, pemeriksaan fisik mata, funduskopi, serta panel lipid (LDL, HDL, trigliserida, kolesterol total). Tes tambahan—fungsi hati, fungsi ginjal, TSH—dapat dipertimbangkan untuk mencari penyebab sekunder dislipidemia. Kolaborasi antara dokter umum, dokter mata, dan dokter penyakit dalam/endokrin sering diperlukan untuk perawatan terpadu. 🧰🧑⚕️
Siapa yang Berisiko?
Faktor Genetik dan Gaya Hidup
Riwayat keluarga hiperkolesterolemia, obesitas sentral, diet tinggi lemak trans/jenuh, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebih, dan kurang aktivitas fisik meningkatkan risiko. Pasien dengan sindrom metabolik, hipotiroid, atau penyakit ginjal kronik juga rentan. Edukasi pencegahan primer dan skrining berkala sangat dianjurkan bagi kelompok ini. 🧬🏷️
Penatalaksanaan
Terapi Farmakologis dan Non-Farmakologis
Modifikasi gaya hidup—defisit kalori, serat larut, lemak tak jenuh, olahraga aerobik/latihan resistensi—menjadi dasar. Obat penurun lipid seperti statin, ezetimibe, fibrat, atau inhibitor PCSK9 dipilih sesuai profil pasien dan target risiko. Untuk lesi kosmetik seperti xanthelasma, prosedur dermatologis/okular dapat dipertimbangkan. Monitoring berkala memastikan efektivitas dan keamanan terapi. 💊🥦
Pencegahan
Strategi Berbasis Bukti
Pola makan Mediterania, peningkatan aktivitas fisik minimal 150 menit/minggu, tidur yang cukup, dan manajemen stres merupakan strategi pencegahan kuat. Mengurangi makanan ultra-olahan, gula tambahan, serta lemak trans membantu menurunkan LDL dan trigliserida. Pendekatan keluarga—melibatkan semua anggota rumah tangga—mempermudah keberlanjutan. 🛡️🍇
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Tanda Bahaya dan Urgensi
Segera cari pertolongan bila mengalami penglihatan mendadak kabur/hilang, melihat kilatan/cacat lapang pandang, atau muncul lipemia retinalis. Temuan xanthelasma atau arcus pada usia muda juga memerlukan evaluasi cepat. Dokumentasikan gejala, bawa daftar obat, dan catat riwayat keluarga untuk mempercepat penanganan. 🚑📲
Mitos vs Fakta
Meluruskan Persepsi
Mitos: “Arcus selalu berbahaya.” Fakta: Arcus pada lansia bisa fisiologis. Mitos: “Xanthelasma hanya masalah kosmetik.” Fakta: Ia dapat mengindikasikan risiko kardiovaskular. Mitos: “Jika mata normal, kolesterol pasti normal.” Fakta: Banyak dislipidemia tanpa tanda okular. Edukasi akurat membantu pengambilan keputusan rasional. 🧠📚
Dampak Psikologis dan Sosial
Aspek yang Sering Terabaikan
Lesi di area wajah seperti xanthelasma dapat menurunkan kepercayaan diri, memengaruhi interaksi sosial, dan menimbulkan distress. Dukungan psikososial, konseling, serta hasil terapi metabolik yang baik sering memperbaiki kualitas hidup. Komunikasi empatik antara pasien dan tenaga kesehatan penting untuk keberlanjutan perawatan. 🤝💬
Kelebihan dan Kekurangan Mengenali Tanda Kolesterol Tinggi di Mata
Kelebihan
Mengetahui tanda kolesterol tinggi di mata dapat memberikan sejumlah manfaat, terutama dalam pencegahan dini penyakit kardiovaskular. Berikut beberapa kelebihannya:
- ✅ Deteksi dini – Perubahan pada mata, seperti xanthelasma (bintik kekuningan di kelopak mata) atau arcus senilis (lingkaran putih di sekitar kornea), dapat menjadi sinyal awal adanya gangguan metabolisme lipid.
- ✅ Mendorong pemeriksaan kesehatan – Adanya tanda fisik di mata seringkali membuat seseorang lebih sadar untuk melakukan tes darah dan konsultasi medis.
- ✅ Tindakan pencegahan lebih cepat – Dengan mengetahui gejala visual ini, pasien dapat segera mengubah pola makan, olahraga, dan gaya hidup untuk menurunkan risiko komplikasi.
- ✅ Relatif mudah diamati – Tanda kolesterol di mata sering terlihat secara kasat mata, baik oleh individu maupun orang terdekat.
- ✅ Meningkatkan kesadaran masyarakat – Informasi ini dapat digunakan sebagai edukasi publik untuk mengenali risiko kolesterol sejak dini.
Kekurangan
Meskipun tanda kolesterol di mata dapat membantu sebagai indikasi awal, ada beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan:
- ⚠️ Tidak selalu muncul – Tidak semua penderita kolesterol tinggi menunjukkan tanda-tanda di mata, sehingga hal ini tidak bisa dijadikan patokan tunggal.
- ⚠️ Bisa menyesatkan – Beberapa perubahan pada mata mungkin disebabkan oleh faktor usia atau kondisi lain, bukan semata-mata kolesterol tinggi.
- ⚠️ Tidak cukup akurat – Diagnosis kolesterol tinggi tetap memerlukan pemeriksaan laboratorium, karena tanda visual hanya indikasi pendukung.
- ⚠️ Terkadang terlambat muncul – Gejala di mata biasanya tampak ketika kolesterol sudah tinggi dalam jangka waktu lama.
- ⚠️ Kurang disadari – Banyak orang mengabaikan perubahan kecil di mata sehingga tanda ini sering tidak terdeteksi dengan baik.
Tabel Tanda Kolesterol Tinggi di Mata
Berikut adalah tabel yang menjelaskan berbagai tanda kolesterol tinggi yang bisa terlihat pada area mata, lengkap dengan deskripsi dan keterangannya:
No | Tanda di Mata | Deskripsi | Keterangan Medis |
---|---|---|---|
1 | Xanthelasma | Bercak kekuningan di sekitar kelopak mata, biasanya berbentuk datar atau sedikit menonjol. | Merupakan penumpukan lemak (plak kolesterol) di bawah kulit. Umumnya tidak nyeri namun menandakan kadar kolesterol tinggi. |
2 | Arcus Senilis | Cincin putih keabu-abuan di sekitar kornea mata. | Sering terjadi pada orang tua, tetapi jika muncul pada usia muda bisa menandakan kolesterol tinggi. |
3 | Retinopati Hiperkolesterolemia | Gangguan pembuluh darah di retina yang dapat menyebabkan penglihatan kabur. | Kolesterol tinggi dapat memicu penyumbatan pembuluh darah di retina yang berisiko menyebabkan gangguan penglihatan serius. |
4 | Pembuluh Darah Mata Membesar | Pembuluh darah kecil di area putih mata terlihat lebih jelas atau menonjol. | Terjadi akibat aliran darah yang tidak lancar karena plak kolesterol. |
5 | Mata Sering Lelah atau Berat | Rasa tidak nyaman pada mata seperti berat atau cepat lelah. | Gejala tidak spesifik, namun bisa terkait dengan kurangnya suplai oksigen akibat gangguan sirkulasi darah karena kolesterol tinggi. |
6 | Bercak Putih di Kornea | Muncul bintik atau bercak putih kecil di permukaan kornea. | Menunjukkan adanya penumpukan lemak di jaringan kornea. |
7 | Gangguan Penglihatan Tiba-Tiba | Kehilangan penglihatan mendadak pada salah satu mata. | Dapat disebabkan oleh emboli kolesterol yang menyumbat pembuluh darah retina, kondisi darurat medis. |
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa benar kolesterol tinggi bisa terlihat dari mata?
Ya, kolesterol tinggi dapat menimbulkan tanda tertentu pada mata seperti munculnya plak lemak di sekitar kornea (arcus senilis) atau bintik kuning di kelopak mata (xanthelasma). Namun, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan kondisi kolesterol seseorang.
2. Apa itu xanthelasma?
Xanthelasma adalah bintik atau benjolan kecil berwarna kuning di sekitar kelopak mata yang terbentuk akibat penumpukan lemak. Kondisi ini sering dikaitkan dengan tingginya kadar kolesterol dalam darah.
3. Apakah arcus senilis hanya terjadi pada orang tua?
Arcus senilis sering muncul pada lansia, tetapi bila tanda ini muncul pada usia muda, kemungkinan besar berkaitan dengan kolesterol tinggi atau gangguan metabolisme lemak.
4. Apakah kolesterol tinggi di mata bisa hilang dengan sendirinya?
Tanda kolesterol di mata seperti xanthelasma biasanya tidak hilang dengan sendirinya. Perubahan gaya hidup sehat, pengobatan, atau tindakan medis seperti laser atau operasi kecil mungkin diperlukan untuk menghilangkannya.
5. Apakah setiap orang dengan kolesterol tinggi memiliki tanda di mata?
Tidak semua orang dengan kolesterol tinggi menunjukkan tanda di mata. Beberapa orang mungkin tidak memiliki gejala sama sekali, sehingga pemeriksaan darah tetap penting.
6. Apakah xanthelasma berbahaya?
Xanthelasma sendiri tidak berbahaya secara langsung, tetapi merupakan indikator adanya gangguan metabolisme lipid yang berisiko terhadap penyakit jantung dan stroke.
7. Bagaimana cara dokter mendiagnosis tanda kolesterol tinggi di mata?
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik pada area mata dan merekomendasikan tes darah untuk mengukur kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.
8. Apa perbedaan arcus senilis dan katarak?
Arcus senilis adalah cincin keputihan di tepi kornea akibat penumpukan lemak, sedangkan katarak adalah kekeruhan pada lensa mata. Keduanya berbeda, meski sama-sama bisa memengaruhi penglihatan.
9. Apakah makanan berpengaruh terhadap tanda kolesterol di mata?
Ya, pola makan tinggi lemak jenuh, gorengan, dan makanan olahan dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi yang akhirnya memunculkan tanda pada mata.
10. Bisakah olahraga membantu mengurangi tanda kolesterol di mata?
Olahraga tidak langsung menghilangkan tanda di mata, tetapi membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga mencegah munculnya tanda baru.
11. Apakah kolesterol tinggi di mata bisa dicegah?
Bisa, dengan menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, menghindari merokok, dan melakukan pemeriksaan kesehatan berkala, risiko kolesterol tinggi di mata bisa dicegah.
12. Apakah tanda kolesterol tinggi di mata bisa mengganggu penglihatan?
Sebagian besar tidak mengganggu penglihatan. Namun, bila penumpukan lemak cukup besar, terutama pada kornea, bisa menurunkan kualitas penglihatan.
13. Kapan harus periksa ke dokter bila menemukan tanda di mata?
Segera konsultasi ke dokter bila menemukan bintik kuning di kelopak mata, cincin keputihan di sekitar kornea, atau perubahan lain pada mata. Hal ini penting untuk mendeteksi dini risiko kolesterol tinggi dan komplikasinya.
Kesimpulan
Kolesterol tinggi merupakan masalah kesehatan yang sering kali tidak disadari karena gejalanya muncul secara perlahan. Salah satu tanda yang cukup sering menjadi perhatian adalah munculnya indikasi kolesterol tinggi pada mata, seperti xanthelasma, arcus cornealis, hingga pembuluh darah halus yang terlihat lebih jelas di area sekitar mata. Tanda-tanda ini bukan hanya masalah kosmetik, tetapi dapat menjadi alarm serius terkait kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dengan mengenali tanda-tanda sejak dini, masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan lebih cepat.
Penting untuk dipahami bahwa kolesterol tinggi tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan, tetapi juga gaya hidup, faktor keturunan, dan kondisi kesehatan tertentu. Pemeriksaan rutin kadar kolesterol, baik total maupun fraksi (HDL, LDL, dan trigliserida), merupakan langkah yang sangat dianjurkan terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko. Mata bisa menjadi salah satu indikator awal, tetapi diagnosis pasti tetap memerlukan pemeriksaan medis lengkap.
Selain itu, menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menghindari rokok, dan mengelola stres menjadi kunci utama dalam mencegah kolesterol tinggi. Obat-obatan medis mungkin diperlukan bagi penderita dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi, tetapi langkah pencegahan tetap jauh lebih baik daripada pengobatan. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan agar tidak menyepelekan tanda-tanda yang tampak sederhana.
Seiring berkembangnya pengetahuan, kini masyarakat juga bisa memanfaatkan sumber informasi terpercaya untuk memahami kondisi kesehatan mereka. Artikel ini hadir sebagai salah satu upaya edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap tanda-tanda kolesterol tinggi di mata. Dengan memahami hubungan antara kolesterol dan kesehatan mata, diharapkan masyarakat lebih waspada terhadap potensi risiko penyakit jantung dan stroke yang berawal dari masalah kolesterol.
Kolesterol tinggi bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh. Dampaknya bisa sangat serius apabila tidak segera ditangani dengan baik. Oleh sebab itu, jika seseorang menemukan tanda-tanda seperti bercak kekuningan di kelopak mata, lingkaran putih pada kornea, atau gejala lain yang dicurigai berkaitan dengan kolesterol, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis profesional. Langkah kecil ini dapat menjadi penyelamat kesehatan jangka panjang.
Dengan kata lain, tanda kolesterol tinggi di mata hanyalah bagian kecil dari keseluruhan masalah metabolik dalam tubuh. Namun, bagian kecil ini justru bisa menjadi sinyal penting agar kita lebih peduli pada kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan kesehatan secara berkala adalah langkah bijak yang tidak boleh diabaikan. Semakin cepat kolesterol tinggi terdeteksi, semakin besar pula peluang untuk mencegah komplikasi serius di masa depan.
Penutup
Menutup pembahasan ini, dapat ditegaskan bahwa tanda kolesterol tinggi di mata adalah salah satu indikator penting yang tidak boleh diabaikan. Edukasi kesehatan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menjaga kesehatan tubuh, khususnya yang berkaitan dengan kolesterol. Penting untuk selalu mengingat bahwa kesehatan mata bukan hanya soal penglihatan, tetapi juga dapat menjadi cerminan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan rutin, dan segera berkonsultasi ke dokter bila ditemukan tanda-tanda yang mencurigakan. Dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten, kita bisa mencegah risiko besar yang mungkin datang akibat kolesterol tinggi.